RSS

Suku burung-burung kacamata (Zosteropidae)

22 Agu

mencakup sejumlah burung pengicau (Passeriformes) kecil yang cenderung tersebar di daerah tropika di Dunia Lama (termasuk Australasia). Genus pencirinya adalah Zosterops. Burung-burung anggota suku ini dicirikan dengan lingkaran di sekitar mata berwarna putih (dari sini nama bahasa Inggris white-eye berasal) atau abu-abu.

 

Banyak anggotanya yang bersifat endemik di suatu pulau atau kepulauan, seperti jenis yang baru ditemukan tahun 2007 di Kepulauan Togian, Sulawesi Tengah.

Penampilan anggotanya sangat “biasa”, tidak ada ciri mencolok, kecuali adanya segaris lingkaran di sekitar mata. Sayapnya melingkar dan memiliki kaki yang kuat. Ukurannya kecil, hingga sepanjang 15cm. Warna bulu biasanya hijau kelabu, tetapi ada jenisnya yang memiliki bulu leher dan perut berwarna putih atau kuning. Semua anggotanya senang berkelompok, terbang dalam kawanan. Dalam musim kawin, mereka membangun sarang di pohon dengan telur biru pucat 2-4 butir. Menu utamanya serangga dan buah-buah kecil, serta nektar. Di Australia bahkan ada yang menjadi hama di perkebunan anggur karena bertengger di tangkai dan melukai tanaman. Akan tetapi biarpun kecil ukurannya, burung berwarna hijau kekuningan ini unik. Lingkar mata putihnya khas, terkesan seperti memakai kacamata. Rasanya tidak salah kalau burung ini disebut sebagai burung kacamata meskipun ada beberapa jenisnya yang tidak memilikinya. Daerah persebarannya adalah di wilayah tropika Afrika, Asia (Indomalaya), dan Australia bagian utara. Nama marganya berasal dari kata Yunani zosterops, yang berarti ”sabuk mata”.

Dari sekitar 22 jenis burung kacamata yang ada di seluruh Indonesia, si kacamata biasa (Zosterops palpebrosus) ini salah satunya. Burung pemakan buah-buahan kecil, serangga dan nektar ini bisa kita jumpai di berbagai kawasan, mulai dari dataran rendah, perkotaan hingga pegunungan di ketinggian 1.400 m. Ukurannya yang kecil, ditambah gaya lincah dan gesitnya, bikin dia kadang sulit untuk dilihat. Warna bulunya pun mirip dedaunan. Walaupun begitu, suara cicitan ”ciw” yang tinggi dan berulang membuat burung ini dengan gampang dapat dideteksi keberadaannya. Apalagi burung yang dalam bahasa Inggrisnya bernama Oriental white-eye ini sering dijumpai dalam rombongan, berkelompok.

Baru-baru ini para peneliti Indonesia mempublikasikan temuan satu jenis burung kacamata baru yang diberi nama kacamata Togian atau Togian white-eye (Zosterops somadikartai) (2007). Anehnya, burung endemik P. Togian, Sulawesi Tengah ini tidak punya tanda kacamata seperti burung kacamata biasa atau saudara kacamata yang lainnya. Kacamata togian berhasil menambah daftar keragaman burung Indonesia menjadi 1.599 jenis. Hasil riset membanggakan itupun semakin mengukuhkan negara kita sebagai negara urutan pertama di dunia dari segi banyaknya jumlah burung endemik yang dimiliki.

Zosterops merupakan marga penciri burung kacamata, dan memiliki jumlah anggota terbesar. Secara tradisional, genus ini dimasukkan ke dalam suku Zosteropidae namun berdasarkan kajian filogeni terbaru, bisa jadi kelompok ini merupakan bagian dari suku Timaliidae.

 

Kajian terhadap data DNA yang terbaru menghasilkan gambaran bahwa marga ini kemungkinan bukan monofiletik. Meskipun demikian baru sedikit spesies yang telah dipelajari, dengan jenis-jenis dari Kepulauan Mikronesia yang paling banyak dikaji contohnya. Agaknya terdapat dua kelompok garis kekerabatan; kelompok timur yang nampak jelas berbeda dan kelompok barat yang kekerabatannya lebih dekat dengan jenis-jenis Asia Timur. Kekerabatan kelompok yang pertama (kelompok timur) dengan burung-burung marga Rukia masih perlu diteliti lebih lanjut. Juga, jenis kacamata Tanjung Harapan nampak berbeda garis kekerabatannya dengan jenis-jenis selebihnya, namun hal ini belum bisa dipastikan.

 

* Kacamata-kuning Afrika, Zosterops senegalensis

* Kacamata Kamerun, Zosterops (senegalensis) stenocricotus

* Kacamata Kirk, Zosterops (senegalensis) kirki

* Kacamata Pemba, Zosterops vaughani

* Kacamata sisi-berangan, Zosterops mayottensis

* Kacamata sisi-berangan Seychelles, Zosterops (mayottensis) semiflava – punah (akhir abad-19)

* Kacamata tepi-lebar, Zosterops poliogastrus – sebelumnya poliogaster

* Kacamata Kulal, Zosterops (poliogastrus) kulalensis

* Kacamata Taita, Zosterops (poliogastrus) silvanus

* Kacamata Pare selatan, Zosterops (poliogastrus) winifredae

* Kacamata Kikuyu, Zosterops (poliogastrus) kikuyuensis.

* Kacamata dada-putih, Zosterops abyssinicus

* Kacamata Tanjung Harapan, Zosterops pallidus

* Kacamata Sungai Orange, Zosterops (pallidus) pallidus

* Kacamata Madagascar, Zosterops maderaspatanus

* Kacamata Komoro, Zosterops mouroniensis

* Kacamata Sa* Tome, Zosterops ficedulinus

* Kacamata Annobon, Zosterops griseovirescens

* Kacamata Mascarene, Zosterops borbonicus

* Kacamata-kelabu Réunion, Zosterops (borbonicus) borbonicus

* Kacamata-kelabu Mauritius, Zosterops (borbonicus) mauritianus

* Kacamata Reunion, Zosterops olivaceus

* Kacamata-zaitun Mauritius, Zosterops chloronothos

* Kacamata Seychelles, Zosterops modestus

* Kacamata Sri Lanka, Zosterops ceylonensis

* Kacamata paha-berangan, Zosterops erythropleurus

* Kacamata biasa, Zosterops palpebrosus

* Kacamata Jepang, Zosterops japonicus

* Kacamata dataran-rendah, Zosterops meyeni

* Kacamata Enggano, Zosterops salvadorii

* Bridled White-eye, Zosterops conspicillatus – kemungkinan polifiletik atau parafiletik

* Kacamata Guam, Zosterops (conspicillatus) conspicillatus – punah (1983)

* Kacamata Rota, Zosterops rotensis – baru-baru ini dipisahkan dari Z. conspicillatus

* Kacamata polos, Zosterops hypolais

* Kacamata Kepulauan Caroline, Zosterops semperi

* Kacamata topi-hitam, Zosterops atricapilla – sebelumnya atricapillus

* Kacamata belukar, Zosterops everetti

* Kacamata kekuningan, Zosterops nigrorum

* Kacamata gunung, Zosterops montanus

* Kacamata Pulau Christmas, Zosterops natalis

* Kacamata Jawa, Zosterops flavus

* Kacamata laut, Zosterops chloris

* Kacamata limau, Zosterops citrinella – sebelumnya citrinellus

* Kacamata Kai, Zosterops grayi

* Kacamata Tual, Zosterops uropygialis

* Kacamata Sulawesi, Zosterops consobrinorum

* Kacamata Makasar, Zosterops anomalus

* Kacamata Wallacea, Zosterops wallacei

* Kacamata dahi-hitam, Zosterops atrifrons

* Kacamata Sangihe, Zosterops nehrkorni

* Opior dwiwarna (kacamata Seram), Zosterops stalkeri – terkadang dimasukkan ke dalam genus Tephrozosterops

* Kacamata Halmahera, Zosterops atriceps

* Kacamata kecil, Zosterops minor

* Kacamata Tagula, Zosterops meeki

* Kacamata kepala-hitam, Zosterops hypoxanthus

* Kacamata Biak, Zosterops mysorensis

* Kacamata Arfak, Zosterops fuscicapilla – sebelumnya fuscicapillus

* Kacamata Buru, Zosterops buruensis

* Kacamata Ambon, Zosterops kuehni

* Kacamata Papua, Zosterops novaeguineae

* Kacamata-kuning Australia, Zosterops luteus

* Kacamata pulau, Zosterops griseotinctus

* Kacamata Rennell, Zosterops rennellianus

* Kacamata belang, Zosterops vellalavella

* Kacamata Ranongga, Zosterops splendidus

* Kacamata Ghizo, Zosterops luteirostris

* Kacamata Solomon, Zosterops kulambangrae

* Kacamata Murphy, Zosterops murphyi

* Kacamata tenggorokan-kuning, Zosterops metcalfii

* Kacamata tenggorokan-kelabu, Zosterops rendovae

* Kacamata Malaita, Zosterops stresemanni

* Kacamata Santa Cruz, Zosterops santaecrucis

* Silvereye, Zosterops lateralis

* Lord Howe Silvereye, Zosterops (lateralis) tephropleurus – sebelumnya tephropleurus

* Lord Howe White-eye, Zosterops strenuus – sebelumnya strenua; punah (lk. 1918)

* Kacamata paruh-ramping, Zosterops tenuirostris

* Kacamata leher-putih, Zosterops albogularis

* Kacamata Lifou besar, Zosterops inornatus

* Layard’s White-eye, Zosterops explorator

* Kacamata dahi-kuning, Zosterops flavifrons

* Kacamata punggung-hijau, Zosterops xanthochroa – sebelumnya xanthochrous

* Kacamata Lifou kecil, Zosterops minutus

* Kacamata Samoa, Zosterops samoensis

* Dusky White-eye, Zosterops finschii

* Kacamata kecoklatan, Zosterops cinereus

* Kacamata-zaitun Yap, Zosterops oleagineus – terkadang ditempatkan dalam marga Rukia (R. oleaginea)

* Kacamata Togian, Zosterops somadikartai – baru dideskripsi tahun 2008

 

Tips memilih pleci :

body panjang dan besar

lingkar mata nya tebal

tidak ada cacat

paruh tebal dan panjang

 

Perawatan :

1.Jaga kebersihan kandang/sangkar

2.Mandikan pagi/sore dengan cara di semprot atau sediakan cepuk berisi air supaya burung mandi sendiri .

3.kasih makan kroto 1/4 sendok/hari

4.buah buahan seperti pepaya dan pisang

 

Perbedaan Betina dan Jantan :

1.Pleci Jantan mempunyai lingkar mata yang lebih tebal dan tajam

2.Pleci Jantan warna hijaunya lebih tajam

3.bisa juga di lihat kloaka/duburnya dengan cara di tiup kl lebih menonjol berarti cowok

WebRepPredikat secara keseluruhan

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Agustus 22, 2011 in TENTANG PLECI

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: