RSS

Arsip Kategori: TENTANG PLECI

Suku burung-burung kacamata (Zosteropidae)

mencakup sejumlah burung pengicau (Passeriformes) kecil yang cenderung tersebar di daerah tropika di Dunia Lama (termasuk Australasia). Genus pencirinya adalah Zosterops. Burung-burung anggota suku ini dicirikan dengan lingkaran di sekitar mata berwarna putih (dari sini nama bahasa Inggris white-eye berasal) atau abu-abu.

 

Banyak anggotanya yang bersifat endemik di suatu pulau atau kepulauan, seperti jenis yang baru ditemukan tahun 2007 di Kepulauan Togian, Sulawesi Tengah.

Penampilan anggotanya sangat “biasa”, tidak ada ciri mencolok, kecuali adanya segaris lingkaran di sekitar mata. Sayapnya melingkar dan memiliki kaki yang kuat. Ukurannya kecil, hingga sepanjang 15cm. Warna bulu biasanya hijau kelabu, tetapi ada jenisnya yang memiliki bulu leher dan perut berwarna putih atau kuning. Semua anggotanya senang berkelompok, terbang dalam kawanan. Dalam musim kawin, mereka membangun sarang di pohon dengan telur biru pucat 2-4 butir. Menu utamanya serangga dan buah-buah kecil, serta nektar. Di Australia bahkan ada yang menjadi hama di perkebunan anggur karena bertengger di tangkai dan melukai tanaman. Akan tetapi biarpun kecil ukurannya, burung berwarna hijau kekuningan ini unik. Lingkar mata putihnya khas, terkesan seperti memakai kacamata. Rasanya tidak salah kalau burung ini disebut sebagai burung kacamata meskipun ada beberapa jenisnya yang tidak memilikinya. Daerah persebarannya adalah di wilayah tropika Afrika, Asia (Indomalaya), dan Australia bagian utara. Nama marganya berasal dari kata Yunani zosterops, yang berarti ”sabuk mata”.

Dari sekitar 22 jenis burung kacamata yang ada di seluruh Indonesia, si kacamata biasa (Zosterops palpebrosus) ini salah satunya. Burung pemakan buah-buahan kecil, serangga dan nektar ini bisa kita jumpai di berbagai kawasan, mulai dari dataran rendah, perkotaan hingga pegunungan di ketinggian 1.400 m. Ukurannya yang kecil, ditambah gaya lincah dan gesitnya, bikin dia kadang sulit untuk dilihat. Warna bulunya pun mirip dedaunan. Walaupun begitu, suara cicitan ”ciw” yang tinggi dan berulang membuat burung ini dengan gampang dapat dideteksi keberadaannya. Apalagi burung yang dalam bahasa Inggrisnya bernama Oriental white-eye ini sering dijumpai dalam rombongan, berkelompok.

Baru-baru ini para peneliti Indonesia mempublikasikan temuan satu jenis burung kacamata baru yang diberi nama kacamata Togian atau Togian white-eye (Zosterops somadikartai) (2007). Anehnya, burung endemik P. Togian, Sulawesi Tengah ini tidak punya tanda kacamata seperti burung kacamata biasa atau saudara kacamata yang lainnya. Kacamata togian berhasil menambah daftar keragaman burung Indonesia menjadi 1.599 jenis. Hasil riset membanggakan itupun semakin mengukuhkan negara kita sebagai negara urutan pertama di dunia dari segi banyaknya jumlah burung endemik yang dimiliki.

Zosterops merupakan marga penciri burung kacamata, dan memiliki jumlah anggota terbesar. Secara tradisional, genus ini dimasukkan ke dalam suku Zosteropidae namun berdasarkan kajian filogeni terbaru, bisa jadi kelompok ini merupakan bagian dari suku Timaliidae.

 

Kajian terhadap data DNA yang terbaru menghasilkan gambaran bahwa marga ini kemungkinan bukan monofiletik. Meskipun demikian baru sedikit spesies yang telah dipelajari, dengan jenis-jenis dari Kepulauan Mikronesia yang paling banyak dikaji contohnya. Agaknya terdapat dua kelompok garis kekerabatan; kelompok timur yang nampak jelas berbeda dan kelompok barat yang kekerabatannya lebih dekat dengan jenis-jenis Asia Timur. Kekerabatan kelompok yang pertama (kelompok timur) dengan burung-burung marga Rukia masih perlu diteliti lebih lanjut. Juga, jenis kacamata Tanjung Harapan nampak berbeda garis kekerabatannya dengan jenis-jenis selebihnya, namun hal ini belum bisa dipastikan.

 

* Kacamata-kuning Afrika, Zosterops senegalensis

* Kacamata Kamerun, Zosterops (senegalensis) stenocricotus

* Kacamata Kirk, Zosterops (senegalensis) kirki

* Kacamata Pemba, Zosterops vaughani

* Kacamata sisi-berangan, Zosterops mayottensis

* Kacamata sisi-berangan Seychelles, Zosterops (mayottensis) semiflava – punah (akhir abad-19)

* Kacamata tepi-lebar, Zosterops poliogastrus – sebelumnya poliogaster

* Kacamata Kulal, Zosterops (poliogastrus) kulalensis

* Kacamata Taita, Zosterops (poliogastrus) silvanus

* Kacamata Pare selatan, Zosterops (poliogastrus) winifredae

* Kacamata Kikuyu, Zosterops (poliogastrus) kikuyuensis.

* Kacamata dada-putih, Zosterops abyssinicus

* Kacamata Tanjung Harapan, Zosterops pallidus

* Kacamata Sungai Orange, Zosterops (pallidus) pallidus

* Kacamata Madagascar, Zosterops maderaspatanus

* Kacamata Komoro, Zosterops mouroniensis

* Kacamata Sa* Tome, Zosterops ficedulinus

* Kacamata Annobon, Zosterops griseovirescens

* Kacamata Mascarene, Zosterops borbonicus

* Kacamata-kelabu Réunion, Zosterops (borbonicus) borbonicus

* Kacamata-kelabu Mauritius, Zosterops (borbonicus) mauritianus

* Kacamata Reunion, Zosterops olivaceus

* Kacamata-zaitun Mauritius, Zosterops chloronothos

* Kacamata Seychelles, Zosterops modestus

* Kacamata Sri Lanka, Zosterops ceylonensis

* Kacamata paha-berangan, Zosterops erythropleurus

* Kacamata biasa, Zosterops palpebrosus

* Kacamata Jepang, Zosterops japonicus

* Kacamata dataran-rendah, Zosterops meyeni

* Kacamata Enggano, Zosterops salvadorii

* Bridled White-eye, Zosterops conspicillatus – kemungkinan polifiletik atau parafiletik

* Kacamata Guam, Zosterops (conspicillatus) conspicillatus – punah (1983)

* Kacamata Rota, Zosterops rotensis – baru-baru ini dipisahkan dari Z. conspicillatus

* Kacamata polos, Zosterops hypolais

* Kacamata Kepulauan Caroline, Zosterops semperi

* Kacamata topi-hitam, Zosterops atricapilla – sebelumnya atricapillus

* Kacamata belukar, Zosterops everetti

* Kacamata kekuningan, Zosterops nigrorum

* Kacamata gunung, Zosterops montanus

* Kacamata Pulau Christmas, Zosterops natalis

* Kacamata Jawa, Zosterops flavus

* Kacamata laut, Zosterops chloris

* Kacamata limau, Zosterops citrinella – sebelumnya citrinellus

* Kacamata Kai, Zosterops grayi

* Kacamata Tual, Zosterops uropygialis

* Kacamata Sulawesi, Zosterops consobrinorum

* Kacamata Makasar, Zosterops anomalus

* Kacamata Wallacea, Zosterops wallacei

* Kacamata dahi-hitam, Zosterops atrifrons

* Kacamata Sangihe, Zosterops nehrkorni

* Opior dwiwarna (kacamata Seram), Zosterops stalkeri – terkadang dimasukkan ke dalam genus Tephrozosterops

* Kacamata Halmahera, Zosterops atriceps

* Kacamata kecil, Zosterops minor

* Kacamata Tagula, Zosterops meeki

* Kacamata kepala-hitam, Zosterops hypoxanthus

* Kacamata Biak, Zosterops mysorensis

* Kacamata Arfak, Zosterops fuscicapilla – sebelumnya fuscicapillus

* Kacamata Buru, Zosterops buruensis

* Kacamata Ambon, Zosterops kuehni

* Kacamata Papua, Zosterops novaeguineae

* Kacamata-kuning Australia, Zosterops luteus

* Kacamata pulau, Zosterops griseotinctus

* Kacamata Rennell, Zosterops rennellianus

* Kacamata belang, Zosterops vellalavella

* Kacamata Ranongga, Zosterops splendidus

* Kacamata Ghizo, Zosterops luteirostris

* Kacamata Solomon, Zosterops kulambangrae

* Kacamata Murphy, Zosterops murphyi

* Kacamata tenggorokan-kuning, Zosterops metcalfii

* Kacamata tenggorokan-kelabu, Zosterops rendovae

* Kacamata Malaita, Zosterops stresemanni

* Kacamata Santa Cruz, Zosterops santaecrucis

* Silvereye, Zosterops lateralis

* Lord Howe Silvereye, Zosterops (lateralis) tephropleurus – sebelumnya tephropleurus

* Lord Howe White-eye, Zosterops strenuus – sebelumnya strenua; punah (lk. 1918)

* Kacamata paruh-ramping, Zosterops tenuirostris

* Kacamata leher-putih, Zosterops albogularis

* Kacamata Lifou besar, Zosterops inornatus

* Layard’s White-eye, Zosterops explorator

* Kacamata dahi-kuning, Zosterops flavifrons

* Kacamata punggung-hijau, Zosterops xanthochroa – sebelumnya xanthochrous

* Kacamata Lifou kecil, Zosterops minutus

* Kacamata Samoa, Zosterops samoensis

* Dusky White-eye, Zosterops finschii

* Kacamata kecoklatan, Zosterops cinereus

* Kacamata-zaitun Yap, Zosterops oleagineus – terkadang ditempatkan dalam marga Rukia (R. oleaginea)

* Kacamata Togian, Zosterops somadikartai – baru dideskripsi tahun 2008

 

Tips memilih pleci :

body panjang dan besar

lingkar mata nya tebal

tidak ada cacat

paruh tebal dan panjang

 

Perawatan :

1.Jaga kebersihan kandang/sangkar

2.Mandikan pagi/sore dengan cara di semprot atau sediakan cepuk berisi air supaya burung mandi sendiri .

3.kasih makan kroto 1/4 sendok/hari

4.buah buahan seperti pepaya dan pisang

 

Perbedaan Betina dan Jantan :

1.Pleci Jantan mempunyai lingkar mata yang lebih tebal dan tajam

2.Pleci Jantan warna hijaunya lebih tajam

3.bisa juga di lihat kloaka/duburnya dengan cara di tiup kl lebih menonjol berarti cowok

WebRepPredikat secara keseluruhan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 22, 2011 in TENTANG PLECI

 

KARAKTER DASAR BURUNG KACAMATA/PLECI

Berikut ini Karakter dasar burung pleci berdasar pengamatan saya pada burung pleci yg ada di alam bebas maupun yang telah saya pelihara.

bila ada pengalaman baru dan tambahan mengenai informasi karakteristiknya (temuan baru) akan saya update halaman ini.

adapun tempat saya mengamati pleci adalah di hutan-hutan sekitar batu-malang, gunung panderman, welirang, gunung banyak, gunung arjuna (daerah batu) gunung indrakila (di daerah pasuruan) dan di bendungan/danau wilayah jatim.

 

1. Semi fighter. Burung Kacamata bukanlah burung petarung murni, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung lebih diakibatkan oleh tingkat birahi pada level tertentu yang tentunya akan membuat burung ini berkicau untuk menjaga menjaga daerah teritorialnya.

 

2. Mudah Beradaptasi. Burung Kacamata/Pleci mudah beradaptasi terhadap lingkungan yang baru/tidak mudah stress. Namun, burung ini sedikit mudah kaget apabila di sekitarnya ada sesuatu yang mengganggu ketenangannya.

 

3. Burung koloni burung ini kerap membentuk gerombolan besar yang bergerak bersama di antara tajuk pepohonan, Gemar berkelompok, bahkan sering juga bercampur dengan jenis2 burung yang lain

 

4. Mudah jinak. walau burung ini tergolong Burung kecil yang lincah, namun Dalam waktu tertentu dan perlakuan serta perawatan yang baik, burung ini mudah menjadi jinak kepada pemiliknya.

 

5. Makanan Utama melihat dari bentuk paruh, burung kacamata adalah pemakan serangga, namun untuk diketahui pula bahwa dia pun gemar memakan nektar dan aneka jenis buah (pada salah 1 buku yg pernah saya baca, burung2 pemakan buah hanya memakan buah atas dasar naluri/bukan sifat dasar).

 

6. kicau sebenarnya, pleci berkicau untuk mengumpulkan koloninya..

pada pagi2 (fajar) salah satu pleci (mungkin leadernya/disini saya sebut sebagai pleci Raja) akan bangun terlebih dahulu menyanyikan lantunan nada kicauannya. hal tersebut diatas dilakukan pula oleh koloni2 yang lainnya. setelah koloninya berkumpul, mereka akan melakukan hal yang saya jabarkan dibawah ini.

 

7. Suara Ciap/Ciw Panjang bila berdekatan dengan sesamanya, burung ini sering mengeluarkan suara ciw-ciw rendah Sembari mencari mangsanya di sela-sela dedaunan, burung ini terus bergerak dari satu ranting ke lain ranting, dan kemudian berpindah ke lain pohon yang berdekatan, kadang/sesekali dia juga mengeluarkan suara berkeciap tinggi setiap beberapa saat sekali untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok yang lainnya yang agak jauh ataupun bagi leadernya adalah sebagai ajakan untuk berpindah tempat.

 

 

NB : sedikit catatan tambahan pada butir “kicau”

bila mungkin kita bisa menandai pleci, anggota suatu koloni sepertinya tidaklah tetap.. kerena saat para pemimpin-pemimpin koloni pleci ini berkicau, pemimpin2 ini akan bernyanyi semerdu mungkin untuk memikat atau mencari anggota sebanyak mungkin (hypnosis).

 

adapun bila pleci yang kita pelihara tetap bisa berkicau walau bukan pemimpin, mungkin hal ini lebih disebabkan oleh termasternya mereka oleh para leadernya (pleci raja itu)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 22, 2011 in TENTANG PLECI

 

Jenis Burung Kacamata/Pleci Yang Ada Di Indonesia

Kacamata dahi-hitam, Zosterops atrifrons (manado)] Kacamata Tagula, Zosterops meeki]Kacamata Ambon, Zosterops kuehni]

Just 4 Share kepada rekan2 KM sesama pecinta Pleci “Plecimania”

Ada banyak ras (anak jenis) dari Z. palpebrosus. berikut, ada sekitar 22 jenis burung kacamata yang tersebar di seluruh Indonesia. pada beberapa gambar saya beri uraian singkat ras yang terdapat di Indonesia ini dan cirinya.

nama2 tersebut antara lain :

sebagiannya sudah saya lampiri foto (dari mbah google)

dan sebagiannya akan sesegera mungkin saya update.. terima kasih

Kacamata Jawa, Zosterops flavus

 

 

 

 

 Kacamata laut, Zosterops chloris

 

Kacamata limau, Zosterops citrinella – sebelumnya citrinellus

Kacamata Kai, Zosterops grayi

Kacamata Tual, Zosterops uropygialis

Kacamata Sulawesi, Zosterops consobrinorum

 

Kacamata Makasar, Zosterops anomalus

Kacamata Wallacea, Zosterops wallacei

Kacamata Sangihe, Zosterops nehrkorni (sudah hampir punah dan sudah sangat jarang sekali terlihat)

Opior dwiwarna (kacamata Seram), Zosterops stalkeri – terkadang dimasukkan ke dalam genus Tephrozosterops

Kacamata Halmahera, Zosterops atriceps

Kacamata kecil, Zosterops minor

Kacamata kepala-hitam, Zosterops hypoxanthus

Kacamata Biak, Zosterops mysorensis

Kacamata Arfak, Zosterops fuscicapilla – sebelumnya fuscicapillus

Kacamata Buru, Zosterops buruensis]belum ada gambarnya

Kacamata Ambon, Zosterops kuehni

Kacamata Papua, Zosterops novaeguineae

Kacamata Togian, Zosterops somadikartai – baru dideskripsi tahun 2008

Kacamata dahi-hitam, Zosterops atrifrons (manado)

Z.p. auriventer di Sumatra, Kalimantan dan Asia Tenggara. Z.p. buxtoni di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa bagian barat. Mirip dengan kacamata gunung Zosterops montanus, sisi bawah tubuh berwarna abu-abu keputihan; perbedaannya buxtoni memiliki sebuah garis kuning membujur di tengah dada hingga perut, paha yang berwarna putih, dan iris mata kecoklatan (montanus, iris putih). Sangat mirip dengan kacamata belukar Zosterops everetti, yang perutnya lebih abu-abu dan pita kuning di dadanya lebih lebar. Z.p. melanurus di Jawa dan Bali. Sisi bawah tubuh kuning seluruhnya. Sisi atas tubuh (termasuk tunggir) hijau zaitun, dengan bercak kuning di atas paruh. Mirip dengan kacamata laut Zosterops chloris yang bertubuh sedikit lebih besar dan memiliki kekang hitam gelap. Z.p. unicus di Sumbawa dan Flores. Seperti melanurus, namun tunggirnya berwarna kuning.

untuk melihat gambar jenis Pleci/Zosterops bisa di link ini :

klik disini untuk melihat gambar Pleci/Zosterops NB : masih banyak lagi jenis burung ini di Indonesia yang masih belum diklasifikasikan.. jadi kemungkinan nama tsb diatas bisa bertambah lagi.

Salam Plecimania

 

 

by :

The Message Is In My Silence

JATIM BUMI PLECI

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 22, 2011 in TENTANG PLECI

 

SEBUAH RENUNGAN TENTANG SI KECIL PLECI :)

pemilihan dasar katuranggan burung dan perawatan senantiasa terkait dan seiring sejalan..

namun, tak ada patokan pasti mengenai estimasi waktu kapan pleci kita akan mau berkicau sambil buka paruh.

 

sedikit share pengalaman saat saya ngombyok 10 pleci, ada 1 pleci yang 1x ngurak baru buka paruh ngocehnya, sementara 9 temannya yang lain sudah pada duluan, bahkan ada yg buka paruh di hari pertama memelihara walau belum rajin, ada yg 2 bulan, 3 bulan dll.

 

siapa yg salah :) saya tidak tahu persis, yang jelas ke 10nya katuranggannya bagus, pola perawatannya juga sama..

 

Faktor Internal? (mental, pshikys dll) siapa yang bisa memprediksi kondisi kejiwaan mental burung kita…

 

namun secara bertahap gangguan secara internal ini akan dapat dipahami dan dipelajari… siapa yg bertugas memahaminya? tentunya anda sendiri selaku pemiliknya yg harus betul2 paham mengenai karakter burung yg anda pelihara..

 

at last but not least…. kami himbau kepada rekan2 untuk lebih memahami karakter momongan kita :)

 

 

BEST REGARDS

 

Team Admin PCMI

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 22, 2011 in TENTANG PLECI

 

Fenomena Pleci

Fenomena Pleci 

sumber : http://omkicau.com/2010/06/18/pleci-cucak-jenggot-kolibri-dan-gelatik-wingko-cerita-jelang-piala-raja/

 

Burung pleci atau dikenal dengan burung kacamata, saat ini sangat mudah dijumpai di pasar atau kios burung. Harga satuannya hanya berkisar 5 ribu perak. Beberapa organiser ada yang membuka kelas ini, baik di latber maupun lomba yang lebih gede. Namun pesertanya memang kurang. Barangkali yang cukup ramai hanya pada lomba dari kawasan Malang saja. Daerah lain rupanya kurang tertarik dengan lomba burung ini.

Di Jogja pun saat ini belum begitu ramai, namun dalam beberapa waktu ke depan rasanya akan terasa beda. Itu karena beberapa kicaumania memang berniat ingin menggeber jenis pleci agar bisa ramai lagi.

Salah satu yang terobsesi untuk meramaikan kelas pleci adalah Agung Budiman. Agung mengaku iri dengan lomba burung pleci di negeri tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Cina, juga di Hongkong dan Vietnam.

Di Singapura, sekali gantang dalam kelas penyisihan bisa diikuti hingga 200-an burung pleci. Agung mengaku pernah mencoba menawar burung pleci yang menurutnya sangat bagus, dan ternyata memang langganan juara.

Agung mengaku pernah iseng-iseng menawar hingga harganya kalau dikurskan sampai sekitar 50an juta, tapi ternyata tetap kekeh tidak dikasihkan. “Yang punya bilang ditawar sampai 60 juta rupiah juga tidak dikasih.”

 

[img]http://kicauan.files.wordpress.com/2010/06/agus-budiman-kiri-dan-pleci.jpg[/img]

Merasa gregetan, kini Agung pun terus mengumpulkan dan memburu pleci terbaik di Tanah Air. Salah satu yang sudah berhasil menjadi koleksinya adalah pleci Rontak yang langganan juara tak terkalahkan di seputar Malang.

“Suatu saat, saya ingin membawanya untuk dilombakan di Singapura sana. Saya rasa bisa menang karena kalau kita kan merawat burung jauh lebih serius dari pada mereka. Sebagian besar burung pleci, atau burung kaca mata, atau di Singapura disebut sebaggai burung Mata Putih itu, diklaim sebagai burung Malaysia. Tapi ketika coba ditelurusi, para pengepul Malaysia itu ternyata memburunya ke daerah Lombok, Indonesia. Setelah dibawa ke Malaysia dan dirawat secukupnya, barulah diekspor ke Singapura. Identitasnya pun menjadi burung Mata Putih Malaysia, bukan Indonesia.”

Di Singapura ada sekitar 5 lokasi lomba burung, dan khusus kelas Pleci hampir semuanya dipenuhi peserta. Burung ini disukai dinegeri tetangga karena suaranya yang merdu, halus, dan tidak terlalu berisik. Pleci biasa menemani di ruang kantor dari kantor kecil hingga kantor mewah, suaranya cukup indah didengarkan, juga bisa menimpali alurian musik yang disetel perangkat audio modern.

Tak ada hingar bingar teriakan peserta atau penonton. Semua duduk manis di pinggir lapangan sambil menikmati suara ngerol dari pleci yang meskipun tidak terlalu tembus, tetapi cukup bisa dinikmati kemerduannya.

 

Perawatan dan stelan

Banyak yang mungkin tak tahu persis bagaimana merawat dan menyetel pleci. Caranya tak beda dengan merawat anis merah. Pakan harian selain buah-buahan juga diberi voer yang lembut.

Pleci dimandikan, dengan cara dimasukkan ke keramba. Tentu ukuran keramba lebih kecil, jeruji juga lebih rapat. Sangkar pleci juga lebih kecil ukurannya.

Sebelum dilombakan, pleci sebaiknya juga dichas dengan sesama peserta yang lain, sebagaimana anis merah. Burung dicas, menurut pengalaman Agung Budiman, akan nanipil lebih baik. “Tradisi ngecas pleci sudah mulai ramai di Malang. Kalau di Singapur tentu tak ada, karena cara mereka memahami hobi dan burung beda dengan kita. Mereka benar-benar hanya buat waktu senggang, kalau kita kan serius sekali. Misalnya pengin tahu biar ketemu setelannya ya dicari beneran. Kalau orang luar ya ndak, lugu, apa adanya. Mau bunyi syukur, ndak juga santai aja.”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 22, 2011 in TENTANG PLECI

 

BURUNG PLECI

Kacamata biasa (Zosterops palpebrosus) adalah nama sejenis burung kecil dari suku Zosteropidae, bangsa Passeriformes (burung petengger). Burung ini merupakan penetap di hutan-hutan terbuka di kawasan Asia tropis, mulai dari India ke timur hingga Cina dan Indonesia. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Oriental White-eye.

Burung kecil yang lincah, dengan panjang tubuh (dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 10–11 cm. Sisi atas tubuh tertutup bulu-bulu kehijauan atau hijau kekuningan (hijau zaitun), sedangkan sisi bawahnya sedikit bervariasi bergantung rasnya, kecuali leher dan dadanya yang berwarna kuning terang. Sayapnya membundar dan kaki-kakinya kuat.

Nama-namanya (“kacamata”, white-eye) merujuk pada lingkaran bulu-bulu kecil berwarna putih di sekeliling matanya. Nama marganya berasal dari kata Yunani zosterops, yang berarti ”sabuk mata”.

Gemar berkelompok, burung ini kerap membentuk gerombolan besar yang bergerak bersama di antara tajuk pepohonan; bahkan sering juga bercampur dengan spesies lain seperti burung sepah (Pericrocotus). Meskipun utamanya burung kacamata bersifat pemakan serangga, namun ia pun memakan nektar dan aneka jenis buah. Sembari mencari mangsanya di sela-sela dedaunan, burung ini terus bergerak dari satu ranting ke lain ranting, dan kemudian berpindah ke lain pohon yang berdekatan, sambil terus mengeluarkan suara berkeciap tinggi setiap beberapa saat sekali untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok yang lainnya.

 

Di Jawa, burung ini tercatat bertelur mulai dari Januari hingga Oktober. Telur berjumlah kurang lebih tiga (2–5) butir berwarna biru pucat, diletakkan pada sarang berupa cawan kecil yang khas bentuknya. Sarang ini terbuat dari akar-akaran, tangkai dan tulang daun, dan bahan-bahan tumbuhan lainnya, serta dihiasi dengan lumut. Sarang diletakkan di percabangan ranting atau rumpun bambu, sekitar 2–4 m di atas tanah.

 

TIPS : Cara merawat burung Pleci Kacamata

Cara pemeliharaan burung pleci termasuk yang paling mudah. Makanan kesukaannya adalah pisang kepok, pepaya, apel, pir, tomat, dan buah lainnya.

Untuk perawatan  harian cukup berikan pisang kepok,  karena tidak gampang busuk dibanding buah lainnya. 1 pisang kepok biasanya habis 2 hari, maklum burungnya kan kecil, jauh lebih kecil dari pisang yg dia makan..

Jadi menurut saya perawatan burung ini paling gampang dan santai, apalagi jika disediakan juga voer pakan dlm kandangnya. Amaan deh!

Cukup 2hari sekali ganti pakan (kalau pisang kepoknya gede loh ya). Tapi untuk minumnya usahakan diganti setiap hari dan berikan tempat minum yang agak besar karena burung ini paling suka mandi dicepuk minumnya. Jadi pasti banyak air minumnya yang terbuang untuk mandi.

*untuk makan hariannya saya biasa kasih pisang kepok karena lbh awet tdk gampang busuk, juga lebih praktis. Kotorannya jg tidak bau, menggumpal mudah dibersihkan.  Kalau pakan pepaya kotorannya encer berantakan kemana2 (lebih baik ga usah di kasih pepaya, karena pepaya membuat pleci jadi lemes).

*Supaya sehat seminggu sekali kasih juga buah lainnya bisa  apel/buah pir dia juga suka.

Setiap pagi pleci di mandikan dengan semprot sprayer halus saja/sekedar basah tidak sampai kuyup, karena pleci akan mandi sendiri di cepuk minum. Jadi ingat berikan cepuk minum yang agak besar supaya dia bisa berendam, kalau cepuk yg ukuran kecil seringkali dia terjepit nggak bisa keluar and akhirnya koit.

Periksa makanannya, ganti minumnya.Tiap hari  beri kroto sedikiiit aja, ulat kandang / hongkong  juga boleh sedikit aja. Soalnya di alam liarnya  burung ini  juga doyan serangga kecil2. Juga tidak lupa berikan madu dlm cepuk kecil, karena burung ini juga pemakan nektar.

Bersihkan kandang.

Setelah diangin2kan pleci dijemur kira kira jam 7 sampe 10  (tergantung cuaca). Usahakan tdk melihat pleci lainnya, kalau memang terpaksa/tempat terbatas jemur dgn jarak berjauhan maksimal. Pasti rame saut-sahutan. Kalau terlalu dekat jemurnya teriaknya biasanya tdk ngotot.

Selesai jemur angin2kan ditempat teduh dulu trus krodong masukan ke rumah/tempat teduh. Kalau banyak burung gacor dirumah pasti semua bakal direkam/ditiru. Kalau gak ada burung lain ya setel aja suara masteran burung. Dijamin sebentar sj di tiru2 deh suara masteran/burung lainnya.

Sore biasanya jam 3 keluarkan burung semprot lg halus sj. Angin2kan lalu jemur lagi sampai jam 4-5 sore.

Selesai jemur angin2kan sebentar tambah air minumnya trus krodong lagi.

*kalau burung pleci kacamata dipelihara dgn tujuan untuk dinikmati suaranya setelah mandi jemur dan dimasukan dlm rumah tidak perlu dikerodong. Malam biasanya suka mandi lagi dicepuk minum, setelah itu biasanya suka ngoceh2 lg semaunya.

NASIB BURUNG PLECI DALAM DUNIA KICAU MANIA

Saat ini burung pleci masih dipandang sebelah mata oleh sebagian penggemar kicau mania Indonesia, padahal diluar negri di china, singapura, malaysia, burung ini terkenal dngan nama MATA PUTEH dan sdh dilombakan secara profesional, orang singapura mndapatkan burung ini dari malaysia, dan orang malaysia mndatangkan burung ini dari P. LOMBOK untuk kemudian dijual dengan harga yg berlipat lipat di singapura dan diberi nama burung mata puteh ( jngan sampai burung indonesia nanti nya di klaim oleh negara lain) Dngan hrg bahan cuma sekitar rp 5rb – 10rban kalo dirawat dan  disertai pemasteran yg baik, bukan tdk mungkin akan menjadi jutaan. Saat ini sdh ada para PLECI MANIA yg aktiv mngadakan lomba pleci profesional di kelas campuran, bukan tdk mungkin suatu saat mnyusul lomba kelas cucak jenggot yg dulu juga di pandang sebelah mata…

 

PLECI MANIA DI FACEBOOK

Salah satu wadah online bagi para pecinta pleci di facebook  adalah sebuah group terbuka BURUNG PLECI MANIA INDONESIA (ZOSTEROPS) dngan alamat : https://www.facebook.com/home.php?sk=group_179111498795393&notif_t=group_activity, yg digawangi oleh nama2 besar di dunia burung yaitu ISTIONO YUWONO, IRVAN SADEWA, MACARIUS SUKOCO, TIGER WONG, dll…

 

SALAM PLECI MANIA…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 22, 2011 in TENTANG PLECI

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.